KONSEP MEDIA INFORMASI
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “medium”
yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar yaitu perantara atau
pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Schramm (1977) mengemukakan bahwa
media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk
keperluan pembelajaran.
FUNGSI MEDIA INFORMASI
Media
memiliki beberapa fungsi yaitu :
- Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan
pengalaman yang dimiliki oleh para audience.
- Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang
promosi.
- Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi
langsung antara audience dengan lingkungannya.
- Media menghasilkan keseragaman pengamatan.
- Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar,
kongkret dan realistis.
- Media membangkitkan keinginandan minat baru.
- Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak
untuk belajar.
- Media memberikan pengalaman yang
integral/menyeluruh dari yang kongkret sampai dengan abstrak.
JENIS-JENIS MEDIA INFORMASI
Ditinjau
dari bentuknya, terdapat berbagai jenis media yaitu :
- Media visual : grafik, diagram, chart, bagan,
poster, kartun, komik.
- Media auditif : radio, tape recorder,
laboratorium bahasa dan sejenisnya.
- Projected still media : slide, over head
projekror, (OHP) in focus dan sejenisnya.
- Projected motion media : film, televise, video,
(VCD,DVD, VTR) computer dan sejenisnya.
Menurut
Rebert Heinich (1996) menyebutkan macam-macam media yaitu :
- Media nonproyeksi seperti foto, diagram, display
dan model
- Media proyeksi seperti slide, overhead
transparency (OHT), proyeksi computer
- Media audio, seperti kaset, dan compact disc (CD)
- Media bergerak seperti video dan film
- Pembelajaran yang dimediasi computer
- Multimedia dan hypermedia berbasis computer
- Media seperti radio dan tv digunakan untuk
pembelajaran jarak jauh
Menurut
Anderson (1976) pengelompokkan media pembelajaran menjadi 10 golongan yaitu :
- Audio : kaset audio, siaran radio, CD, telefon
- Cetak : buku pembelajaran, modul, brosur, Koran,
foto/ gamabar
- Audio cetak : kaset audio yang dilengkapi bahan
tertulis
- Proyeksi visual diam : overhead, transparansi
(OHT)
- Proyeksi audio visual : film bingkai (slide)
bersuara
- Visual gerak : film bisu, animasi
- Audio visual gerak : film gerak bersuara,
video/VCD, televise
- Objek fisik : benda nyata, model, specimen
- Manusia dan lingkungan : penyaji, pustakawan,
laboran
- Komputer : CAI,CBI
CIRI-CIRI MEDIA INFORMASI
Gerlach
& Ely (1971) mengemukakan tiga ciri media yang merupakan petunjuk mengapa
media digunakan dan apa saja dapat dilakukan media yang mungkin penyaji yang
tidak mampu ( kurang efesian )melakukannya, antara lain:
1.
Ciri fiksatif ( fixative property )
Ciri ini
menggambarkan kemampuan media merekam, menyimpan, melestarikan dan
merekontruksikan suatu peristiwa atau objek.
2. Ciri Manipulatif ( Manipulative property )
Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media
memiliki ciri manipulatif. Kejadian yang memakan waktu berhari hari dapat
disajikan kepada audience dalam waktu dua atau tiga menit dengan teknik
pengambilan gambar time-laps recording.
2.
Ciri Distributif ( distributive property )
Ciri
distributive dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian
ditransformasikan melalui ruang, dan secara bersamaan kejadian tersebut disajikan
kepada sejumlah besar audience dengan stimulasi pengalaman yang relative
sama kejadian itu.
KRITERIA
MEMILIH MEDIA INFORMASI
Secara operasional ada sejumlah pertimbangan dalam
memilih media pembelajaran yang tepat, antara lain:
1.
Acces
Kemudahan
akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang
diperlukan itu tersedia, mudah dan dapat dimanfaatkan oleh audience?
Misalnya, kita ingin menggunakan media internet.
2. Cost
Biaya juga
harus menjadi bahan pertimbangan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan
kita. Media pembelajaran yang canggih biasanya mahal.
3.
Technology
Mungkin saja
kita tertarik kepada satu media tertentu. Tetapi kita perlu memerhatikan apakah
teknisnya tersedia dan mudah menggunakannya.
4.
Interactivity
Media yang
baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas.
5.
Organization
Pertimbangan
yang juga penting adalah dukungan organisasi.
6.
Novelty
Kebaruan
dari media yang akan dipilih juga harus menjadi pertimbangan. Sebab media yang
lebih baru biasanya lebih baik dan lebih menarik bagi audience.
Lebih terperinci beberapa kriteria yang patut
diperhatikan dalam memilih media dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.
Sesuai dengan tujuan atau standar kompetensi yang
dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan atau standar kompetensi yang telah
ditetapkan yang secara umum mengacu kepada
salah satu atau gabungan dari dua atau tiga ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor.
2.
Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya
fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi.
3.
Praktis, luwes, dan bertahan.
4.
Penyaji terampilmenggunakannya.
5.
Pengelompokan sasaran. Media yang efektif untuk
kelompok besar belum tentu sam efektifnya jika digunakan pada kelompok kecil
atau perorangan.
6.
Mutu teknis, pengembangan visual baik gambar maupun
fotografi harus memenuhi persyaratan teknis tertentu.
PENGEMBANGAN
MEDIA INFORMASI
Pengembangan
media pembelajaran hendaknya dilakukan dengan persiapan dan perencanaan yang
teliti. Langkah-langkah dalam program pengembangan media dapat dijelaskan
sebagai berikut.
1.
Menganalisis kebutuhan dan karakteristik audience
2.
Merumuskan tujuan instruksional ( standar kompetensi )
secara operasional dan khas.
3.
Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang
mendukung tercapainya tujuan
4.
Mengembangkan alat pengukur keberhasilan.
5.
Menulis naskah media
6.
Mengadakan tes dan revisi.
HIMBAUAN DALAM PESAN MEDIA INFORMASI
Dalam
media promosi, pesan dimaksudkan untuk memengaruhi orang lain, atau pesan itu
untuk menghimbau khalayak sasaran agar mereka menerima dan melaksanakan gagasan
kita, yang perlu diperhatikan adalah :
1. Himbauan Rasional
Hal
ini didasarka pada anggapan bahwa manusia pada dasarnya makhluk rasional.
Contoh pesan “ datanglah ke posyandu
untuk imunisasi anak anda.
2.
Himbauan Emosional
Kebanyakan
perilaku manusia, terutama kaum ibu,
lebih didasarkan pada emosi daripada hasil pemikiran rasional.
3.
Himbauan Ketakutan
Penggunaan
himbauan dengan pesan yang menimbulkan ketakutan harus digunakan secara
berhati-hati.
4.
Himbauan Ganjaran
Pesan
dengan himbauan ganjaran dimaksudkan menjanjikan sesuatu yang diperlukan dan
diinginkan oleh si penerima pesan. Teknik semacam ini dirasa cukup masuk akal,
karena pada kenyataannya orang akan lebih banyak mengubah perilakunya bila akan
memperoleh imbalan ( terutama materi )nyang cukup.
5.
Himbauan Motivasional
Pesan
ini dengan menggunakan bahasa himbauan motif yang menyentuh kondisi internal
diri si penerima pesan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar